Kalimat Perintah (L’impératif) Bahasa Prancis!
Custom Search
L’impératif (kalimat perintah)
Kalimat perintah lazim untuk mengungkapkan suatu perintah,
keinginan, larangan atau suruhan kepada orang lain atau termasuk kepada si
pemberi perintah sendiri. Bentuk kalimat perintah dalam bahasa Prancis diambil
dari 3 bentuk konyugasi verba yaitu “pelaku-je”, “pelaku-nous”
dan “pelaku-vous” dari “waktu
kini belum selesai” (le présent de l’indicatif) . Selanjutnya je, nous dan vous
ini dibuang atau dihilangkan.
Contoh :
regarde ! - lihatlah !
donne-le! - berikan itu !
écoute ! - dengarkan !
allons ! - mari kita pergi!
n’oublie pas ! - jangan lupa !
Perhatikan bentuk perintah dibawah ini.
donner – memberi punir - menghukum
je donne donne! je punis punis!
tu donnes tu
punis
il/elle donne il/elle
punit
nous donnons donnons! nous
punissons punissons!
vous donnez donnez! vous punissez punissez!
ils/elles donnent ils/elles
punissent
vendre – menjual recevoir - menerima
Je vends vends! Je
reçois reçois!
tu vends tu
reçois
il/elle vend il/elle
reçoit
nous vendons vendons! nous
recevons recevons!
vous vendez vendez! vous
recevez recevez!
ils/elles vendent ils/elles
reçoivent
Penggunaan kalimat perintah.
Donne, punis etc ditujukan kepada 1 orang, yang diajak bicara adalah
kamu.
Donnons, punissez etc ditujukan kepada orang lain + termasuk diri si
pemberi perintah.
Contoh :
Donnons un franc à cet homme – Marilah kita beri 1 franc kepada laki-laki itu (yang diajak bicara +
pembicara memberi franc).
Donnez, punissez etc ditujukan kepada banyak orang. Bentuk ini juga
dipakai sebagai kesopanan.
Selanjutnya untuk membuat kalimat perintah ingkar tidak terdapat
kesulitan.
donne ! -
berikan ! (kepada 1 orang)
ne donne pas ! - jangan
berikan !
donnons ! -
mari kita berikan
ne donnons pas ! - mari jangan kita berikan !
donnez ! - berikan! (kepada orang
banyak/kesopanan)
ne donnez pas ! - jangan berikan !
Kalimat perintah pada verba tidak beraturan sama seperti yang
beraturan. Hanya saja terdapat beberapa kalimat perintah tak beraturan tidak
berasal dari “bentuk-je”, “bentuk-nous” atau “bentuk-vous”, melainkan dari subjonctif.
Terutama pada verba-verba seperti être dan avoir.
Perhatikan contoh penggunaannya:
être avoir
sois aie
soyons ayons
soyez ayez
Exemple : Messieurs, venez à Jakarta, Vous serez toujours les
bienvenus (Saudara-saudara, mari Anda berkunjung ke Jakarta, Anda akan selalu
disambut dengan hangat).
Verba vouloir juga mengandung permohonan, seperti terlihat pada
makna dalam verba ini yang berisi “doa selamat”. Bentuknya seperti: veuille,
veuillons, veuillez (=cobalah).
veuillez kita temui juga dalam perumusan penutup surat :
Veuillez agréer, Monsieur, l’expression de mes sentiments
distingués, seluruhnya ini diartikan : hormat kami (saya).
(Bersambung)

Comments
Post a Comment